Spirit Sumpah Pemuda Bagi Santri

Tepat 89 tahun yang lalu yaitu pada tahun 1928, pada hari ini telah terselenggara sebuah sejarah yang tak terlupakan. Yaitu sekelompok pemuda yang mengikrarkan sumpah yang tak terlupakan. Inilah teksnya:

  1. Pertama : Kami poetra dan poetri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah air Indonesia.
  2. Kedua : Kami poetra dan poetri Indonesia, mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia.
  3. Ketiga : Kami poetra dan poetri Indonesia,mengjoenjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia.”

Dari ikrar sumpah itu, menggambarkan bagaimana semangat kaum pemuda untuk mempersatukan seluruh rakyat Indonesia dengan tanah air yang satu, bangsa yang satu, dan bahasa yang satu. Sebagai pemuda, kita terinspirasi dari isi ikrar ini untuk mengaplikasikannya dalam kehidupan kita.

Di dalam Islam terdapat kitab suci Al Quran yang menggambarkan persatuan seluruh umat Islam di dunia. Walaupun interpretasi atasnya sangat berfariasi. Meskipun demikian, Al Quran menutup seluruh kesempatan untuk saling bermusuhan, bahkan memerintahkan umat Islam untuk bersatu yang diungkapkan dalam sebuah ayat:

واعتصموا بحبل الله جميعا ولا تفرقوا

“Dan berpegang teguhlah dengan tali Allah dan jangan berpecah belah”.

Sehingga, perpecahan merupakan pangkal dari segala masalah. Dan kita dapat simpulkan bahwa tidak semua umat Islam menyadari hal ini. Yaitu dengan adanya konflik di sebagian kalangan umat Islam.

Berbicara tentang santri, perwujudan hubbul wathon (cinta tanah air) merupakan bagian dari kehidupan berbangsa dan bernegara. Kualitas pendidikan para santri perlu diperkuat dan kualitasnya perlu diperbaiki. Karena dengan memperbaiki kualitas pendidikannya, maka akan mereka fahami agama Islam secara kaaffah.karena dengan memahami Islam secara kaaffah ia akan memahami makna “persatuan” sebagai penanaman hubbul wathon dalam diri kalangan santri melalui jalur pendidikan. Karena pendidikan yang bermutulah yang menentukan masa depan. Tentu, bukan hanya dalam bidang keagamaan saja yang digeluti, tapi juga merambah pada bidang-bidang lainnya seperti bisnis, pertanian, teknologi, atau bidang lainnya. Karena kehidupan manusia tak akan sempurna jika hal itu tidak terpenuhi. Dengan kata lain, itu semualah yang diungkapkan di dalam literatur fiqih dengan hukum fardhu kifayah. Yaitu suatu kefardhuan yang tidak akan gugur kecuali jika salah satu dari kalangan umat Islam berkecimpung di dalamnya. Karena kehidupan tidak hanya terbatas pada “ngaji” saja, tapi bidang lain juga seharusnya dihandle oleh kalangan santri.

“Kesejahteraan” merupakan tujuan utama dari keberadaan seluruh umat. Walaupun pada hakikatnya, kehidupan di dunia adalah wasilah yang menyanpaikan kita kepada akhirat. Dan kesejahteraan itu tidak akan didapat jika tidak terdapat kemerdekaan, dan tiada kemerdekaan jika tiada persatuan. Dengan kata lain, untuk mencapai kemerdekaan perlu adanya persatuan. Dan yang dapat mempersatukan semuanya adalah dengan menghilangkan ego masing-masing serta setelah melalui proses pendidikan yang berkualitas untuk dapat menghadapi segala macam situasi.

Sehingga, dari spirit sumpah pemuda yang diikrarkan 89 tahun yang lalu, pesan yang dapat diambil adalah meningkatkan kualitas pendidikan bangsa Indonesia secara umum, dan kalangan santri secara khusus. Karena pendidikan yang berbau ke-santri-an merupakan nilai plus yang tidak didapatkan di dalam pendidikan lainnya.

Abdul Aziz Jazuli

28 Oktober 2017

Leave a Comment

0

Start typing and press Enter to search